UNAIR Kembangkang Industri Cangkang Kapsul Dari Rumput Laut

JOSSTODAY.COM - Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuat inovasi pengembangan industri pembuatan cangkang kapsul berbahan dasar Rumput Laut. Karena itu, UNAIR mendapat bantuan mesin industri dari Kementerian Perindustrian untuk membantu proses pengolahan.
Karena itu, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Agro, Abdul Rochim, bersama dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan gedung Industri Cangkang Kapsul di Kampus C UNAIR, Jl. Mulyorejo, Surabaya, Kamis (1/8/2019).
Pengembangan industri ini dinilai sangat diperlukan Indonesia yang selama ini masih melakukan import cangkang kapsul.
Berdasar data, Indonesia memiliki kebutuhan sekitar 6 miliar cangkang kapsul pertahunnya. Namun, dari industri yang ada dalam negeri hanya dapat menghasilkan sekitar 5 miliar, dan sisanya 1 miliar diimport dari India.
Melihat potensi Rumput Laut yang begitu melimpah di Indonesia, UNAIR pun mulai melakukan pengolahan ini.
Dirjen Agro Industri Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim mengatakan, penggunaan rumput laut sebagai bahan baku utama turut menunjang perekonomian di pesisir.
"Pengembangan ekonomi pesisir dengan Rumput Laut. Kita memiliki pantai terpanjang, kemudian iklim sangat mendukung Rumput Laut di Indonesia. Kita punya potensi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Abdul Rochim.
"Produksi rumput laut Indonesia terbesar di dunia, peran kontribusi dalam produk jadi masih harus ditingkatkan. Bantuan mesin ini yang menjadi wadah pengembangan potensi cangkang rumput laut," imbuhnya.
Dengan dukungan yang diberikan, Kemenperin berharap agar pengembangan industri ini dapat meningkatkan produksi dan ekonomi rakyat. Sehingga, dari hasil yang banyak akan mengurangi impor dan dapat menambah penghasilan bagi masyarakat Indonesia sendiri.
Sementara itu, Rektor UNAIR, Prof Mohammad Nasih mengaku senang mendapat dukungan dari Kemenperin. Sebab, apa yang dilakukan ini adalah keberpihakan pemerintah mendukung pengembangan inovasi di dunia pendidikan Indonesia.
"Jangan langsung impor lah kita bisa bikin ini itu kok, asalkan dipercaya dan diberikan otonomi dan diberikan modal sedikit," ujar Nasih.
Selain itu, ia menjelaskan, keistimewaan dalam industri ini adalah digunakannya Rumput Laut sebagai bahan dasar pembuatan. Menurutnya, Rumput Laut sudah dapat dipastikan halal dubandingkan bahan gelatin yang umum digunakan.
Nasih mengatakan, nantinya dalam satu produksi seharinya dapat menghasilkan sekitar 3 juta cangkang kapsul. Yang artinya, jika satu tahun dapat memghasilkan sekitar 900 juta-1 miliar cangkang kapsul. (ais)
UNAIR Kemenperin Industri Cangkang Kapsul Rumpu Laut