UNAIR Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

josstoday.com

JOSSTODAY.COM – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali melakukan pengukuhan terhadap tiga guru besar baru di Aula Garuda Mukti, Gedung Rektorat UNAIR, Surabaya, Kamis (12/9/2019). Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR, Prof Mohammad Nasih.

Ketiga guru besar itu adalah Prof. Dr. Umi Athiyah, M.S., Apt dari Fakultas Farmasi dengan judul orasi “Kepatuhan Penggunaan Obat sebagai Strategi Efisiensi Pembiayaan Kesehatan”, Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. dari Fakultas Farmasi dengan judul “Mewujudkan Ketersediaan Obat Melalui Pengembangan Kristalografi”, serta Prof. Dr. Purkan, S.Si., M.Si. dari Fakultas Sains dan Teknologi dengan tema penelitian “Percepatan Pemberantasan Tubercolosis Melalui Teknologi DNA Rekombinan Berbasis Biokomputasi”.

Pengukuhan kali ini menjadi spesial bagi Rekto UNAIR, karena memiliki bahan penelitian penting dalam pengembangan dunia kesehatan di tengah berbagai tantangan yang ada.

"Gagasan-gagasan ini sangat kontributif bagi dunia kesehatan di tengah permasalahan yang ada. Seperti ketersediaan obat saat ini dari sisi harga masih mahal, dan 60 persen bahan bakunya masih impor dari luar negeri," katanya.

Itu berkaitan pula dengan kepatuhan penggunaan obat. Menurutnya, kepatuhan ini berkaitan dengan suply (penawaran) dan demand (permintaan). Sebab, jika orang tidak patuh akan menimbulkan overdosis (ketergantungan) pada obat.

"Maka demand-nya menjadi lebih tinggi lagi dan akibatnya kemudian karena supply yang terbatas harganya bisa dimainkan menjadi lebih mahal," imbuhnya.

Karena itu, di Indonesia kini dirasa perlu memproduksi obat dengan cara dan bahan baku dalam negeri yang lebih efisien, dan menekan harga di masyarakat menjadi lebih murah.

Sementara terkait masalah TBC yang disampaikan oleh Prof Furkan, jelas Nasih, sangat baik karena melihat jika penyakit TBC yang dulu sempat hilang kini kembali. Karena itu, dibutuhkan obat-obatan baru yang sesuai dengan jenisnya.

Sementara itu dalam pengukuhan ini Prof Umi tercatat menjadi Guru Besar FF aktif ke 23, Prof Dwi menjadi guru Besar FF aktif ke 24, dan Prof Purkan Guru Besar FST aktif yang ke10. Melalui pengukuhan guru besar itu, UNAIR sejak berdiri tahun 1954 telah melahirkan guru besar sejumlah 484 orang. Sementara itu, hingga saat ini, guru besar aktif UNAIR sejumlah 196 orang. (ais)

UNAIR Guru Besar