josstoday.com

Karyawan Google Mogok Massal

Karyawan Google di seluruh Amerika Serikat (AS) melakukan aksi mogok kerja pada Senin (30/1/2017), untuk memprotes kebijakan anti-imigra Presiden AS Donald Trump.

josstoday.com

Trump Pecat Jaksa Agung Penentang Larangan Masuk Imigran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat pelaksana tugas jaksa agung, yang merupakan pejabat di era pemerintahan Barack Obama

josstoday.com

Pembatasan Imigran Trump Pukul Bursa Saham Global

Pasar saham dunia sebagian besar jatuh pada Senin (Selasa pagi WIB) dan dolar merosot terhadap mata uang safe-haven yen

josstoday.com

Harimau Terkam Pengunjung Kebun Binatang

Seorang pengunjung di sebuah taman margasatwa di Cina Timur, tewas setelah diterkam harimau.

josstoday.com

Trump Tegaskan Tak Larang Muslim

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa kebijakannya menghentikan sementara perjalanan dari tujuh negara mayoritas pemeluk agama Islam bukan sebagai larangan untuk muslim.

josstoday.com

Oesman Sapta Nilai Kebijakan Imigrasi Trump Kurang Benar

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengomentari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang para pengungsi dan warga sejumlah negara muslim untuk berkunjung ke negeri berjulukan Paman Sam itu.

josstoday.com

Tiongkok Tetapkan Delapan Nama Pesawat Antariksa ke Mars

Tiongkok telah menetapkan delapan nominasi nama bagi pesawat antariksanya untuk melaksanakan misi ke Mars pada 2020, demikian Badan Antariksa Tiongkok, Senin.

josstoday.com

Eks Menlu AS Siap Masuk Islam

Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Madeleine Albright siap masuk Islam, sebagai bentuk protes atas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memperketat pergerakan imigran khususnya dari kalangan Muslim.

josstoday.com

AS Resmi Larang Pengungsi Suriah

Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi melarang masuknya pengungsi asal Suriah ke wilayahnya.

josstoday.com

Gedung Putih Anggap Pers Sebagai Oposisi

Kepala Strategis Gedung Putih, Stephen Bannon menganggap media atau pers sebagai partai oposisi dan diminta untuk tutup mulut, setelah dipermalukan dengan kegagalan meramalkan kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS).